10 AMALAN YANG TERBALIK*
Kadang kita dapati
amalan terbalik atau bertentangan dengan apa yang sepatutnya dilakukan &
dituntut oleh Islam. Mungkin kita tidak sadar atau *ikut-ikutan dengan budaya
hidup orang lain.*
*CONTOH AMALAN YANG TERBALIK :*
1. Amalan *SELAMATAN/KENDURI* beberapa malam setelah
saudara/keluarga/
tetangga kita meninggal (malam pertama, kedua, ketiga, ketujuh dan
seterusnya) adalah terbalik dengan yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW dimana
Rosulullah telah menganjurkan tetangga memasak makanan/minuman untuk keluarga
yang berduka guna meringankan kesedihan & kesusahan mereka. Keluarga yang
telah ditimpa kesedihan tersebut terpaksa menyediakan makanan & membeli
segala sesuatu untuk mereka yang datang membaca Tahlil/doa & mengaji.
Tidakkah mereka yang hadir & makan tersebut tidak khawatir termakan
harta anak yatim yang ditinggalkan oleh si mati atau atau harta peninggalan
si mati yang belum dibagikan kepada yang berhak menurut Islam?
2. Kalau datang ke *RESEPSI/PESTA* Pernikahan/Khitanan selalu
berisi hadiah/uang waktu bersalaman. Kalau tidak ada uang maka kita segan
untuk pergi. Tetapi kalau mendatangi tempat orang meninggal, kita tidak malu
untuk salaman tanpa isi/uang. Sepatutnya pada saat kita mendatangi tempat
orang meninggallah kita seharusnya memberi sedekah. Sebenarnya
jika ke Resepsi/Pesta Pernikahan/Khitanan , tidak memberipun tidak apa-apa.
Karena
tuan rumah yang mengundang untuk memberi restu kepada mempelai & makan
bukan
untuk menambah pendapatannya.
3. Ketika datang ke sebuah gedung/rumah mewah atau menghadiri
rapat dengan pejabat, kita *BERPAKAIAN* bagus, rapi & indah tapi bila
menghadap Allah baik di rumah maupun di Masjid, pakaian yang dipakai adalah
pakaian seadanya. Tidakkah ini suatu perbuatan yang terbalik?
4. Kalau *BERTAMU* ke rumah orang diberi kue/minum, kita merasa
malu untuk makan sampai habis, padahal yang dituntut adalah jika hidangan
tidak dimakan akan menjadi mubazir dan tidak menyenangkan tuan rumah.
5. Kalau *SHALAT SUNAH* di Masjid sangat rajin tapi kalau di
rumah, malas. Sedangkan sebaik-baik Shalat Sunnah adalah yang dilakukan di
rumah seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk menghindari rasa
riya'/pamer.
6. Bulan *PUASA* adalah bulan mendidik nafsu termasuk nafsu makan
yang
berlebihan tetapi kebanyakan orang mengaku bahwa biaya makan dan belanja di
bulan puasa adalah yang tertinggi dalam setahun.
Padahal
seharusnya yang terendah. Bukankah terbalik amalan kita?
7. Kalau untuk menjalankan ibadah *HAJI*, sebelum berangkat,
banyak orang mengadakan Selamatan/Do' a bersama tetapi setelah kembali dari
Haji, tidak ada doa bersama untuk bersyukur. Anjuran doa bersama/selamatan
dalam Islam diantaranya adalah karena selamat dari
bermusafir/perjalan an jauh bukan karena akan bermusafir. Bukankah amalan ini
terbalik? Atau
kita mempunyai tujuan lain?
8. Semua orang tua akan kecewa jika anak-anaknya gagal dalam
ujian. Maka dicari & diantarlah anak-anak ke tempat kursus walau dengan
biaya tinggi. Tapi kalau anak tidak dapat *BACA AL-QUR'AN*, mereka tidak
berusaha mencari/ mengantar anak-anak ke tempat kursus baca Al-Qur'an atau
kursus pelajaran Islam. Kalau guru kursus sanggup dibayar sebulan Rp.
300.000,- per bulan untuk satu pelajaran dan 8 kali pertemuan saja, tapi
kepada Ustadz yang
mengajarkan mengaji hanya Rp. 100.000,- per bulan untuk 20 kali pertemuan.
Bukankah terbalik amalan kita? Kita sepatutnya lebih malu jika anak tidak
dapat baca Al-Qur'an atau Shalat dari pada tidak lulus ujian.
9. Siang-malam, panas-hujan badai, pagi-petang kita bekerja
mengejar rezeki Allah dan mematuhi peraturan kerja. Tapi ke rumah Allah
(*MASJID*) tidak hujan tidak panas, tidak siang, tidak malam tetap tidak
datang ke Masjid. Sungguh tidak tahu malu manusia begini, rezeki Allah
diminta tapi untuk mampir ke rumah-Nya segan dan malas..
10. Seorang isteri kalau mau keluar rumah dengan suami atau tidak,
*BERHIAS * secantik mungkin. Tapi kalau di rumah…? Sedangkan yang
dituntut seorang isteri itu berhias untuk suaminya bukan untuk orang lain.
Perbuatan amalan yang terbalik ini membuat rumah tangga kurang bahagia. Cukup
dengan contoh-contoh di atas. Marilah kita berlapang dada menerima
hakikat sebenarnya. Marilah kita beralih kepada kebenaran agar hidup kita
menurut landasan dan ajaran Islam yang sebenarnya bukan yang dirubah mengikuti
selera kita. Allah yang menciptakan kita, maka biarlah Allah yang menentukan
peraturan hidup kita.
Sabda Rasulullah SAW : "Sampaikanlah pesanku walau
hanya satu ayat".
(Riwayat Bukhari).
01 Mei 2009
10 Amalan Terbalik
Diposting oleh
S u p r i y o n o
di
Jumat, Mei 01, 2009
Label: 10 Amalan Terbalik
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar