01 Mei 2009

10 Amalan Terbalik

10 AMALAN YANG TERBALIK*



Kadang kita dapati

amalan terbalik atau bertentangan dengan apa yang sepatutnya dilakukan &

dituntut oleh Islam. Mungkin kita tidak sadar atau *ikut-ikutan dengan budaya

hidup orang lain.*



*CONTOH AMALAN YANG TERBALIK :*

1. Amalan *SELAMATAN/KENDURI* beberapa malam setelah

saudara/keluarga/

tetangga kita meninggal (malam pertama, kedua, ketiga, ketujuh dan

seterusnya) adalah terbalik dengan yang dianjurkan oleh Rosulullah SAW dimana

Rosulullah telah menganjurkan tetangga memasak makanan/minuman untuk keluarga

yang berduka guna meringankan kesedihan & kesusahan mereka. Keluarga yang

telah ditimpa kesedihan tersebut terpaksa menyediakan makanan & membeli

segala sesuatu untuk mereka yang datang membaca Tahlil/doa & mengaji.

Tidakkah mereka yang hadir & makan tersebut tidak khawatir termakan

harta anak yatim yang ditinggalkan oleh si mati atau atau harta peninggalan

si mati yang belum dibagikan kepada yang berhak menurut Islam?



2. Kalau datang ke *RESEPSI/PESTA* Pernikahan/Khitanan selalu

berisi hadiah/uang waktu bersalaman. Kalau tidak ada uang maka kita segan

untuk pergi. Tetapi kalau mendatangi tempat orang meninggal, kita tidak malu

untuk salaman tanpa isi/uang. Sepatutnya pada saat kita mendatangi tempat

orang meninggallah kita seharusnya memberi sedekah. Sebenarnya

jika ke Resepsi/Pesta Pernikahan/Khitanan , tidak memberipun tidak apa-apa.

Karena

tuan rumah yang mengundang untuk memberi restu kepada mempelai & makan

bukan

untuk menambah pendapatannya.



3. Ketika datang ke sebuah gedung/rumah mewah atau menghadiri

rapat dengan pejabat, kita *BERPAKAIAN* bagus, rapi & indah tapi bila

menghadap Allah baik di rumah maupun di Masjid, pakaian yang dipakai adalah

pakaian seadanya. Tidakkah ini suatu perbuatan yang terbalik?



4. Kalau *BERTAMU* ke rumah orang diberi kue/minum, kita merasa

malu untuk makan sampai habis, padahal yang dituntut adalah jika hidangan

tidak dimakan akan menjadi mubazir dan tidak menyenangkan tuan rumah.



5. Kalau *SHALAT SUNAH* di Masjid sangat rajin tapi kalau di

rumah, malas. Sedangkan sebaik-baik Shalat Sunnah adalah yang dilakukan di

rumah seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk menghindari rasa

riya'/pamer.



6. Bulan *PUASA* adalah bulan mendidik nafsu termasuk nafsu makan

yang

berlebihan tetapi kebanyakan orang mengaku bahwa biaya makan dan belanja di

bulan puasa adalah yang tertinggi dalam setahun.



Padahal

seharusnya yang terendah. Bukankah terbalik amalan kita?



7. Kalau untuk menjalankan ibadah *HAJI*, sebelum berangkat,

banyak orang mengadakan Selamatan/Do' a bersama tetapi setelah kembali dari

Haji, tidak ada doa bersama untuk bersyukur. Anjuran doa bersama/selamatan

dalam Islam diantaranya adalah karena selamat dari

bermusafir/perjalan an jauh bukan karena akan bermusafir. Bukankah amalan ini

terbalik? Atau

kita mempunyai tujuan lain?



8. Semua orang tua akan kecewa jika anak-anaknya gagal dalam

ujian. Maka dicari & diantarlah anak-anak ke tempat kursus walau dengan

biaya tinggi. Tapi kalau anak tidak dapat *BACA AL-QUR'AN*, mereka tidak

berusaha mencari/ mengantar anak-anak ke tempat kursus baca Al-Qur'an atau

kursus pelajaran Islam. Kalau guru kursus sanggup dibayar sebulan Rp.

300.000,- per bulan untuk satu pelajaran dan 8 kali pertemuan saja, tapi

kepada Ustadz yang

mengajarkan mengaji hanya Rp. 100.000,- per bulan untuk 20 kali pertemuan.

Bukankah terbalik amalan kita? Kita sepatutnya lebih malu jika anak tidak

dapat baca Al-Qur'an atau Shalat dari pada tidak lulus ujian.



9. Siang-malam, panas-hujan badai, pagi-petang kita bekerja

mengejar rezeki Allah dan mematuhi peraturan kerja. Tapi ke rumah Allah

(*MASJID*) tidak hujan tidak panas, tidak siang, tidak malam tetap tidak

datang ke Masjid. Sungguh tidak tahu malu manusia begini, rezeki Allah

diminta tapi untuk mampir ke rumah-Nya segan dan malas..



10. Seorang isteri kalau mau keluar rumah dengan suami atau tidak,

*BERHIAS * secantik mungkin. Tapi kalau di rumah…? Sedangkan yang

dituntut seorang isteri itu berhias untuk suaminya bukan untuk orang lain.

Perbuatan amalan yang terbalik ini membuat rumah tangga kurang bahagia. Cukup

dengan contoh-contoh di atas. Marilah kita berlapang dada menerima

hakikat sebenarnya. Marilah kita beralih kepada kebenaran agar hidup kita

menurut landasan dan ajaran Islam yang sebenarnya bukan yang dirubah mengikuti

selera kita. Allah yang menciptakan kita, maka biarlah Allah yang menentukan

peraturan hidup kita.



Sabda Rasulullah SAW : "Sampaikanlah pesanku walau

hanya satu ayat".



(Riwayat Bukhari).

0 komentar:

Posting Komentar